JEMBER - Tak ada yang menuntunnya. Apalagi yang mendampingi, sampai tiba di kantor Pemkab Jember dan berhasil menemui Kepala Inspektorat, Selasa (30/12) siang. Suhar bertekad melaporkan kepala dusun (Kasun) tempatnya tinggal di Desa Cangkring, Kecamatan Jenggawah, atas dugaan pungli BLT Kesra 2025.
Suhar langsung ditemui Kepala Inspektorat Pemkab Jember, Ratno C Sambodo. Keberanian Suhar mendapat apresiasi Ratno. Laporannya diterima dan Suhar langsung dimintai keterangan, oleh pemeriksa di kantor Inspektorat Pemkab Jember. “Pak Suhar terimakasih partisipasinya, sebagai masyarakat yang berani melapor ke kami,” puji Ratno.
Kata Ratno, sebelum Suhar melapor ke Inspketorat, pihaknya sudah menangani kasus serupa tentang dugaan pungli BLT Kesra 2025 di Desa Seputih, Kecamatan Mayang. “Kasusnya memiliki kemiripan dengan yang di Desa Seputih, Mayang. Di Desa Seputih sudah selesai kami periksa dan yang di Cangkring, Jenggawah, kami langsung memeriksa pengadunya hari ini juga,” tuturnya.
Ratno berkomitmen tidak akan berkompromi soal pungli uang bantuan masyarakat miskin. Hal tersebut sudah menjadi atensi Gus Muhammad Fawait. “Laporan sudah kami atensi dan pemeriksaan, kami rencanakan jemput bola tim inspektorat yang bakal ke Desa Cangkring,” janjinya.
Kepada wartawan, Suhar menyampaikan bahwa beberapa tetangganya yang menerima BLT Kesra 2025 di kampungnya, melalui dua oknum RT dimintai masing-masing Rp 25 ribuan untuk oknum Kasun. “Pak RT suruhan Pak Kampung bilang ke warga, jangan lupa pak kampung diberi Rp 25.000 -an,” ungkapnya.
Padahal kata warga setempat seperti yang disampaikan Suhar, sudah memberi uang Rp 20.000-an kepada ketua RT sebagai tanda terimakasih. Uang tersebut diterima ketua RT namun yang bersangkutan kembali mengingatkan untuk jatah Kasun Krajan Rp 25.000. “Saya ada rekaman pengakuan warga dan sudah saya tunjukkan saat diperiksa tim inspektorat,” ungkapnya.
Suhar berharap, agar tim Inspektorat Pemkab Jember serius menangani kasus dugaan pungli tersebut. “Saya sampaikan tadi di inspektorat. PTSL di Cangkring ada laporan pungli. Sekarang saya laporan pungli BLT. Masak inspektorat mau diam saja. Alhamdulillah tadi yang memeriksa saya janji serius,” katanya dengan dana lega. (*)