Perjuangan Juhri Mengungkap Kasus PTSL di Desanya

Diperiksa Bertahun-tahun, Juhri Tetap Semangat

Diperiksa Bertahun-tahun, Juhri Tetap Semangat
Juhri alias Pak Syaiful saat ditemui usai mendatangi pemeriksaan penyidik Polres Jember, atas laporan dugaan pungli PTSL di Desa Cangkring, Jenggawah

JEMBER - Usia Juhri alias Pak Syaiful memang tak lagi muda. Kemampuannya tentang memahami hukum, memang tak seperti warga lainnya. Namun semangatnya membongkar tabir dugaan korupsi PTSL di desanya, terus menyala meski harus diperiksa berkali-kali oleh penyidik Polres Jember.

Seperti yang terjadi di Selasa (30/12) siang kemarin. Juhri yang akrab disapa Pak Syaiful, itu harus mendatangi ruang pemeriksaan di Unit Tipidkor Reskrim Polres Jember, sekitar pukul 11.00 WIB. Dia menjadi salah satu saksi korban, yang diajukan pelapor bernama Haji Mardiono.

Kepada wartawan, Pak Syaiful menceritakan bahwa penyidik menanyakan kejadian PTSL di desanya. “Saya ditanya bayar berapa?. Ya saya sampaikan diminta bayar Rp 700 ribu. Saya juga sampaikan ke pak polisinya, selain bayar Rp 700 ribu juga diminta lagi Rp 100 ribu. Saya ditanya, apakah ikhlas bayar lagi?. Ya saya bilang tidak ikhlas,” ungkapnya.

Haji Mardiono selaku koordinator Masyarakat Peduli Cangkring (MPC), tegas menyampaikan bahwa pihaknya serius mengkawal dugaan pungli atas tarif PTSL yang tak wajar di desanya. “Sudah lama kami laporkan. Sudah empat kali berganti Kapolres Jember, baru Kapolres AKBP Bobby A Candroputra yang memberi atensi seserius ini,” akunya.

Kata Haji Mardiono, selain Pak Syaiful sebelumnya ada dua saksi lainnya yang sudah diperiksa ulang untuk pendalaman. Keduanya diketahui bernama Pak Maidi dan Pak Kamsu. Mereka bertiga warga Desa Cangkring, Kecamatan Jenggawah, sebagai peserta PTSL yang diduga dipungut tak wajar. “Kami kembali tumbuh optimisme, karena kasus ini juga menjadi atensi Polda Jatim,” imbuhnya.

Meski Kapolres Jember dan Polda Jatim memberi perhatian lebih atas kasus yang dilaporkannya, Haji Mardiono beserta anggota MPC lainnya akan terus mengkawal perkaranya. “Kami akan terus mengkawal sampai pelaku pungli PTSL di Desa Cangkring tertangkap,” tegasnya. (*) 

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index